di situs Okeplay777 Di zaman sekarang, siapa sih yang nggak kepikiran buat jadi sultan? Scroll media sosial dikit, isinya orang flexing hasil cuan, nongkrong di kafe estetik, liburan ke pantai cakep, sampai update saldo yang bikin mata melek seketika. Tapi di balik semua itu, realitanya banyak juga anak muda yang dompetnya tipis menjelang akhir bulan. Jajan masih mikir dua kali, ngopi kadang harus nunggu tanggal muda, tapi mimpinya tetap setinggi langit. Dan justru di situ serunya, karena hidup nggak melulu soal seberapa tebal modal yang lo punya, tapi seberapa nekat lo ngejar mimpi sultan versi lo sendiri.
Modal receh sering banget diremehin. Padahal dari receh itulah mental pejuang ditempa. Anak kos yang tiap hari ngitung pengeluaran biar nggak boncos, mahasiswa yang sambil kuliah nyambi kerja part time, sampai karyawan baru yang gajinya masih standar UMR tapi udah punya wishlist panjang, semuanya punya satu kesamaan: mimpi yang nggak receh. Mereka tahu kalau perjalanan jadi sultan nggak instan, tapi mereka juga nggak mau stuck di zona nyaman yang gitu-gitu aja.
Kadang orang mikir kalau mau mulai sesuatu harus nunggu mapan dulu. Nunggu gaji naik, nunggu tabungan cukup, nunggu situasi ideal. Padahal kalau nunggu terus, yang ada cuma nambah umur tanpa nambah progres. Banyak banget cerita anak muda yang mulai dari hal kecil, jualan iseng, bikin konten pakai kamera seadanya, atau coba-coba peluang yang awalnya cuma buat nambah uang jajan. Dari yang awalnya receh, lama-lama jadi serius. Dari yang awalnya coba-coba, eh malah jadi jalan rezeki.
Mimpi sultan itu sebenarnya bukan cuma soal angka di rekening. Lebih ke rasa bebas. Bebas traktir orang tua tanpa mikir saldo, bebas beli sesuatu yang diincer tanpa drama cicilan, bebas jalan-jalan tanpa harus hitung-hitungan tiap detik. Rasa bebas itu yang bikin banyak orang rela jungkir balik sekarang demi hidup yang lebih enak nanti. Dan lucunya, perjalanan menuju ke sana sering dimulai dari keputusan kecil yang kelihatannya sepele.
Anak muda sekarang juga lebih melek peluang. Nggak cuma ngandelin satu sumber pemasukan, tapi mikir gimana caranya punya side hustle biar aliran cuan nggak cuma satu pintu. Ada yang main saham receh, ada yang jualan preloved, ada yang buka jasa desain, ada juga yang nyemplung ke dunia hiburan digital buat cari sensasi sekaligus hiburan. Semua punya gaya masing-masing, tapi satu tujuannya sama, yaitu naikin level hidup pelan-pelan.
Yang bikin beda biasanya bukan jumlah modal, tapi konsistensi. Banyak orang semangat di awal, tapi loyo di tengah jalan. Padahal jadi sultan versi realistis itu butuh proses yang nggak selalu manis. Kadang rugi, kadang gagal, kadang ngerasa capek banget sampai pengen nyerah. Tapi justru di situ mental lo diuji. Lo mau berhenti dan balik ke pola lama, atau mau tetap jalan meski pelan tapi pasti.
Ada juga fase di mana lo ngerasa insecure lihat pencapaian orang lain. Temen udah bisa beli motor sendiri, yang lain udah liburan ke luar negeri, sementara lo masih muter di target yang sama. Rasanya kayak ketinggalan kereta. Tapi hidup bukan lomba lari 100 meter, lebih mirip maraton. Setiap orang punya pace masing-masing. Modal receh bukan alasan buat minder, karena yang nentuin finish line bukan orang lain, tapi lo sendiri.
Mimpi sultan juga nggak harus selalu megah. Buat sebagian orang, bisa bantu bayar tagihan rumah udah jadi pencapaian luar biasa. Buat yang lain, bisa punya usaha kecil yang stabil itu udah bikin bangga. Intinya bukan soal pamer, tapi soal progres. Selama ada peningkatan, sekecil apa pun, itu tetap layak dirayakan. Karena dari kecil-kecil itulah nanti numpuk jadi besar.
Menariknya, generasi sekarang lebih berani eksplor. Nggak takut coba hal baru meski belum tentu berhasil. Mereka tahu risiko pasti ada, tapi diam di tempat juga sama berisiknya di kepala. Daripada cuma rebahan sambil ngeluh hidup gitu-gitu aja, mending gerak meski pelan. Kadang satu langkah kecil bisa buka pintu ke kesempatan yang nggak pernah lo bayangin sebelumnya.
Di tengah semua hustle itu, penting juga buat tetap waras. Kejar mimpi sultan bukan berarti lo harus bakar diri sendiri sampai habis. Istirahat tetap perlu, nongkrong sama temen tetap penting, quality time sama keluarga jangan sampai hilang. Karena kalau mental lo drop, semua rencana bisa berantakan. Kaya itu enak, tapi sehat dan bahagia jauh lebih mahal.
Sering kali yang bikin orang gagal bukan kurangnya modal, tapi kurangnya sabar. Maunya hasil cepat, maunya langsung viral, maunya langsung tajir. Padahal realita nggak seindah konten highlight di media sosial. Di balik satu postingan sukses, ada ratusan momen gagal yang nggak pernah dipamerin. Jadi kalau sekarang lo masih di fase receh, santai aja. Itu bagian dari cerita yang nanti bakal lo banggain.
Yang juga nggak kalah penting adalah mindset. Kalau dari awal lo udah ngerasa “ah gue mah nggak bakal bisa”, ya susah mau maju. Tapi kalau lo percaya bahwa kondisi sekarang cuma sementara, energi lo beda. Cara lo lihat peluang beda. Cara lo nanggepin kegagalan juga beda. Mimpi sultan butuh mental sultan, meski dompet masih level pelajar.
Lingkungan juga punya pengaruh besar. Kalau lo dikelilingi orang-orang yang ambisinya cuma sebatas bertahan hidup tanpa mau berkembang, lama-lama lo ikut kebawa arus. Tapi kalau circle lo isinya orang-orang yang semangat ngejar target, yang saling support, yang nggak pelit info peluang, energi positifnya nular. Dari obrolan santai bisa muncul ide bisnis, dari nongkrong biasa bisa lahir kolaborasi.
Modal receh sebenarnya ngajarin lo buat kreatif. Karena keterbatasan bikin otak dipaksa mikir. Gimana caranya dapet hasil maksimal dengan sumber daya minimal. Gimana caranya bikin sesuatu yang kelihatan mahal padahal budgetnya tipis. Skill kayak gini justru mahal harganya ketika nanti lo udah punya modal lebih besar. Lo jadi lebih bijak, nggak gampang boros, dan lebih paham nilai uang.
Pada akhirnya, mimpi sultan itu bukan tentang jadi orang paling kaya di tongkrongan. Tapi tentang jadi versi terbaik dari diri lo yang dulu pernah cuma punya modal receh dan segudang harapan. Tentang buktiin ke diri sendiri kalau lo bisa naik level pelan-pelan tanpa harus jadi orang lain. Tentang perjalanan yang bikin lo lebih kuat, lebih dewasa, dan lebih ngerti arti usaha.
Jadi kalau hari ini saldo lo masih bikin senyum tipis, jangan minder. Selama lo masih punya mimpi dan kemauan buat gerak, cerita lo belum selesai. Modal boleh receh, tapi mental dan mimpi harus tetap sultan. Karena siapa tahu, beberapa tahun lagi lo bakal lihat ke belakang dan ketawa, inget masa-masa receh yang justru jadi fondasi buat hidup yang sekarang jauh lebih mapan.